Wednesday, November 2, 2011

Peluang kedua.

Gambar Ihsan En.Google.

Seperti mana Sayyid Qutb menjelaskan waktu dhuha di dalam Tafsir Fi Zilalil Quran :

Apabila Allah hendak mengadakan satu frem bagi mengungkapkan perasaan kasih sayang, rahmat yang tenang, kerelaan yang menyeluruh dan kerinduan yang halus ini maka Dia telah memilih waktu pagi yang terang cemerlang dan malam yang sunyi itu sebagai frem yang amat sesuai dengannya. Itulah dua waktu yang paling jernih hening dan bening dari waktu-waktu siang dan malam. Itulah dua waktu yang merangsangkan manusia melepaskan menungan-menungan dan pengamatan-pengamatannya, merangsang jiwanya berhubung dengan alam buana dan dengan Allah Penciptanya dan mengarahkannya supaya bertawajjuh kepada Allah dengan tasbih-tasbih dan dengan melahirkan perasaan yang gembira dan jernih. Allah telah menggambarkan dua waktu itu dengan kata-kata yang sesuai.



Allah memberi peluang kedua kepada kita iaitu waktu Dhuha bagi mereka yang terlepas peluang bertemu Allah di 2/3 malam bertahajjud padaNya. 

Seperti juga Allah membuka tawaran kedua iaitu bulan Zulhijjah bagi hambanya yang terlepas merebut sebanyak-banyak pahala di bulan Ramadhan yang lalu.

Hari ini sudah masuk 6 Zulhijjah...bagaimana dengan hari-hari kita yang lalu? *muhasabah2*


Rasulullah saw bersabda :
“Tidak ada hari-hari di mana amal soleh lebih disukai oleh Allah Azza wa Jalla dari pada hari-hari ini, yakni hari pertama hingga kesepuluh Zulhijjah.”
Para shahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, meskipun dibandingkan dengan berjihad fi sabilillah?”
Baginda menjawab, “Memang, meskipun dibandingkan dengan berjihad fi sabilillah, kecuali seorang yang pergi membawa nyawa dan hartanya, kemudian tidak satu pun di antara keduanya itu yang kembali (mati syahid).”
 (HR Jamaah kecuali Muslim dan Nasai’e)



Nota kaki : Peluang kedua adalah tawaran terhebat bagi orang-orang yang mengambil pengajaran & manfaat. Kita bagaimana? *wink2*