Thursday, February 23, 2012

Syukur

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Entah kenapa malam ini terdetik hati untuk membuka lembaran diari lama. Terjumpa pula surat-surat cinta yang pernah saya karangkan kepada diri sendiri. 

[gambar ihsan pakcik google.]

Luahan perasaan, suka duka tangis dan tawa, kata-kata semangat menguat hati, kata-kata pujukan dan belaian saat hati dihadap ujian, semuanya tercatat satu-persatu di setiap lembaran helaian surat-surat lama itu. Ada yang saya tulis sejak dua tiga tahun lalu dan paling akhir saya tahun lepas. Selepas itu saya mula berjinak-jinak menulis di dalam blog peribadi. 

Surat-surat itu kini sudah menjadi satu kenangan. Ada yang antara isi kandungan membuatkan saya tersenyum kecil, ada juga yang membuatkan air mata bergenang sesekali. Memori lama kembali bermain berputar-putar di dalam kepala. Ah! Memori lama memang sentimental tahu~

Rasa macam tak percaya, saya pernah melalui saat-saat diduga dengan ujian yang sedemikian-sedemikian. Melihat saya yang hari ini, bagai tak terjangkau yang dulu saya pernah berada di bawah. Saya pernah menjadi seorang yang sangat lemah jiwanya. Terduduk kaku lemah tak bermaya.

Alhamdulillah, atas segala nikmat yang Allah telah berikan, yang telah meniupkan kekuatan sehingga menjadilah saya seorang Izyan Izzati di hari ini. 

Namun, sesekali saya rindu saat-saat dulu. Saat-saat saya selalu merintih, mengadu, merayu pada Yang Esa. Saat yang mana saya merasakan hanya Allah yang bisa mendengar, memujuk dan tempat saya mengadu segalanya.

Benar kata kebanyakan, kita mendekati Tuhan hanya bila dirundum musibah, dan bila diberi nikmat kita mudah melupakan. T___T. Kita banyak-banyakkan solat hajat & berdoa bila kita terlalu ingin memohon sesuatu. Sampai basah-basah pipi, moga Allah perkenankan. Tup.tup, bila Allah maqbulkan doa-doa kita, kita terbang bagai di awang-awangan. Terus berseronok dengan nikmat. Kalau dulu solat tepat waktu, sekarang sebab bahagia sangat sampai solat entah ke mana. Doa pun sekarang dah pendek laju-laju je. Tak macam dulu, doa sesungguh hati. Ibadah-ibadah semakin berkurangan. Nak tambah apatah lagi. *zaaaassss*

Kadang, kita sekadar mengucap Alhamdulillah sebagai tanda bersyukur atas segala nikmat yang Allah telah berikan pada kita. 

Tetapi, cukupkah sekadar kalam lisan itu sebenarnya? 

Mari kita kembali merujuk kembali kepada cara idola kita bersyukur. Ya, Rasulullah. (Salawat dan salam ke atas baginda, para sahabat dan ahli keluarga baginda.)


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ مِنْ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا ... 
متفق عليه

Dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah SAW melakukan qiyamul lail hingga kedua telapak kaki beliau bengkak. Aisyah ra berkata kepada belaiu, 'Mengapa engkau melakukannya hingga seperti ini? Padahal, Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang?” Rasulullah SAW menjawab, 'Apakah aku tidak pantas menjadi hamba yang bersyukur?” 
(Muttafaqun Alaih)


Ibarat bila ayah kita beri kita iphone 4S untuk ganti handphone Nokia 3310, mesti la kita sangat teruja nak ucap terima kasih kan. Masa tu mesti 'tacing' habis. Terus berkirar nak jadi anak yang baik dan solehah. *kui3. Baru la teringat segala jasa pengorbanan, susah payah ayah untuk kita. Waktu tu tetiba je terus nak pergi dapur masak sedap-sedap untuk ayah kita, buatkan air teh & kuih untuk minum petang, tetiba je urut-urutkan badan ayah kita. iphone 4S punya fasal la katakan. *Eh?!*

Kalaulah dengan ayah kita yang hadiahkan iphone 4S tu je kita dah terus berubah serta merta dan berusaha nak buat semua yang ayah kita suka, apatah lagi dengan Sang Pemberi segara nikmat dalam hidup kita ini bukan? 

Syukur kita boleh dizahir melalui pelbagai cara. 

  • Kita perlu bersyukur dengan hati, iaitu 'meyakini' bahawa segala kenikmatan merupakan anugerah dari Allah SWT. 
  • Kita juga haruslah bersyukur dengan lisan, mengungkapkan kalimah-kalimah memuji Allah SWT. Seperti Alhamdulillah.
  • Kita turut dituntut untuk bersyukur melalui seluruh anggota badan, dengan mengerahkan seluruh anggota badan kita untuk mentaati Allah SWT (dengan memperbanyakkan ibadah kepada-Nya).

Akhir tulisan, moga kita semua menjadi orang mukmin yang hebat. Seperti sabda Rasulullah s.a.w :


عَنْ أَبِيْ يَحْيىَ صُهَيْبٍ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنهما قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ 
متفق عليه

Dari Abi Yahya, Shuhaib bin Sinan ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, 
“Sungguh mempesona urusan orang yang beriman. Karena semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia akan bersyukur, (karena) hal itu adalah yang terbaik baginya. Jika ia mendapatkan kesulitan, maka dia bersabar, (karena) dia tahu bahwa hal itu adalah yang terbaik baginya.” (HR. Muslim)

No comments: